KAB BEKASI-JABAR
Globalindo.Net //Program pemberdayaan petani ikan lele tahun 2024 di Desa Labansari Kabupaten Bekasi dikeluhkan para petaninya sendiri, pasalnya para petani yang ada di desa tersebut tidak pernah menikmati program tersebut secara utuh.
Alih-alih membantu para petani dengan memberdayakan usaha ikan lele, faktanya mereka hanya dijadikan sebagai petani penggarap dilahan atau empang milik para pemangku desa.
Wal hasil para petani hanya menikmati keuntungan yang tidak seberapa dibandingkan keuntungan yang dinikmati para pemangku desa pemilik empang tersebut.
Adalah Sukarya petani penggarap ikan warga Kp.rengas sepuluh Desa Labansari, mengeluh pada tahun 2024 dari hasil panen ikan lele hanya mendapat uang 200 ribu rupiah, dan mirisnya lagi tahun 2025 justru tidak mendapat bantuan benih ikan padahal program kegiatan itu ada.
Menurutnya kepada awak media globalindo.net, pada Tahun Anggaran 2024 empang garapanya mendapat bantuan benih ikan lele, dan hasil panenpun cukup lumayan bagus.
Alhasil dari jerih payah usaha panen ikan tidak sebanding dengan tenaga dan keringat yang dikeluarkannya, dia hanya mendapatkan uang sebesar 200.000,- rupiah dari Sekdes.
“Hasil panen bagus….tapi ikanya dipakai buat acara rajaban kurang lebih 1 kwintal, terus 1.60 kwintal dipanen lagi katanya sih mau dijual, belum ikan yang masih kecil 60 kilo, ya kurang lebihnya 3 kwintal semua, dan saya hanya dikasih 200.000 rupiah.” Tuturnya.
Sukarya mengakui kalu empang garapannya itu milik Kepala Desa Labansari, dia hanya merawat dan membentuk hingga menjadi empang yang sebelumnya tidak terurus yang penuh rimbunan rumput.
Tambahnya juga untuk tahun 2025 dia tidak mendapat bantuan benih ikan, padahal empang sebelah utara milik Sekretaris Desa sudah ditanami benih ikan patin.
“Dua petak milik sekdes sudah ditanami benih ikan patin, kurang lebih sebanyak 30 ribu, dengan luas kira-kira 1000m².” Pungkasnya.
Untuk tahun anggaran 2025 Pemerintah Desa Labansari menganggarkan kegiatan Penyertaan Modal Desa sebesar 270.055.000,- (Dua ratus tujuh puluh juta lima puluh lima ribu) rupiah dari Dana Desa/APBN untuk Program Ketahan Pangan dalam kegiatan budi daya ikan lele dan patin.
Sementara, Deni Yogaswara selaku Sekretaris Desa Labansari saat dikonfirmasi untuk dipintai keterangan perihal kegiatan tersebut tidak memberikan tanggapannya.
(Os)












