BeritaJAWA TIMURKesehatanTNI /POLRI

Dinkes Pacitan Intensifkan Temuan Kasus TBC Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

231
×

Dinkes Pacitan Intensifkan Temuan Kasus TBC Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

Pacitan – Jum’at 16 Mei 2025, Globalindo.Net// Pemerintah Kabupaten Pacitan terus menggalakkan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui program skrining aktif yang melibatkan sejumlah mitra lintas sektor. Program ini ditujukan untuk mempercepat penemuan kasus dan memberikan pengobatan yang sesuai standar sebelum infeksi menyebar lebih luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Mei 2025 telah teridentifikasi 117 kasus TBC di wilayahnya. “Semua kasus tersebut sudah langsung ditangani dan ditindaklanjuti sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya, Jumat (16/5/2025).

Salah satu mitra penting dalam upaya ini adalah Yayasan Bambu, yang turut berperan aktif dalam menggerakkan edukasi dan perluasan jangkauan skrining ke komunitas-komunitas rentan. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menekan laju penularan penyakit yang masih menjadi momok di Indonesia.

dr. Nur Farida, Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menekankan, “Kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi harus segera diperiksa dan bila perlu mendapatkan pengobatan sesuai SOP. Penanganan yang cepat dan tepat merupakan kunci utama.”

TBC sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski menular melalui udara, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dan diobati, terutama bila ditemukan secara dini. Edukasi kepada masyarakat tentang etika batuk, penggunaan masker, dan pentingnya menyelesaikan pengobatan menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini.

Indonesia saat ini masih menempati peringkat atas dalam daftar negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, rata-rata 98.000 kematian per tahun akibat TBC terjadi di Indonesia – atau sekitar 11 kematian setiap jam.

Dinas Kesehatan Pacitan berharap dengan pendekatan menyeluruh dan kolaboratif, angka kasus dapat ditekan dan masyarakat makin sadar akan pentingnya peran aktif dalam mencegah serta mengobati TBC.

{S diran}