BeritaHukum & KriminalJAWA TIMURSumenep

Universitas Bahaudin Madura Sumenep Dicoreng Oleh 2 Mahasiswanya Diduga Terlibat Peredaran Obat-obatan Terlarang.

627
×

Universitas Bahaudin Madura Sumenep Dicoreng Oleh 2 Mahasiswanya Diduga Terlibat Peredaran Obat-obatan Terlarang.

Sebarkan artikel ini

Sumenep,Globalindo.Net//– Universitas Bahaudin Mudhary Madura sumenep telah tercoreng atas ulah dua mahasiswanya yang diduga terlibat dalam peredaran obat-obatan farmasi tanpa izin, sehingga di ciduk Satresnarkoba Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Namun, Terkait hal itu, Rektor universitas Universitas Bahaudin Mudhary Madura ( Uniba ), Prof. Rahmad Hidayat enggan berkomentar karena kasus tersebut sudah ditangani Aparat penegak hukum

” Saya tidak bisa memberikan komentar, kan sudah masuk ranah hukum, kita serahkan kepada pihak yang berwajib, dan itu sebenarnya tidak ada hubungannya dengan uniba,” Jelasnya

Tetapi, Pernyataan rektor uniba itu sangat disesalkan karena menyatakan bahwa mahasiswa tersebut tidak ada bubungannya dengan Uniba.

Padahal, sebelum dua mahasiswa tersebut ditangkap oleh satresnarkoba polres sumenep masih berstatus mahasiswa uniba

Selanjutnya, Ditanya soal status mahasiswa apakah ada sanksi dari kampus dirinya masih menunggu putusan kekuatan hukum tetap.

” Kalau sudah ada putusan berkekuatan hukum tetap, pasti kena sanksi

Sementara, Humas Polres Sumenep belum merilis detail terkait penangkapan dua mahasiswa tersebut. Hal ini, tentunya dinilai menunjukkan ketidaktransparanan aparat dalam menangani kasus tersebut.

Sebab, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti saat dikonfirmasi oleh tim awak media ini memberikan tanggapan yang mengejutkan. “Kasihan mas, saudaranya sampeyan dari Sapeken, semester akhir,” ujar Widiarti, Via Whatsapp seperti disampaikan kepada tim awak media.

Pernyataan Plt Humas Polres tersebut tentunya terkesan tebang pilih, sehingga
langsung dibantah oleh tim awak media ini

“ Kalau semua kejahatan dikasihani, ya selesai Indonesia. Kita hanya ingin hukum itu adil, biar kampus lain yang mahasiswanya pernah terlibat kasus serupa tidak merasa dibeda-bedakan,” protes salah satu tim awak media ini

Hingga berita ini dinaikkan, rektor Uniba masih saja belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dilakukan oleh team media ini,”

Pewarta:HR

Editor: Purwati