BeritaInternasionalPeristiwa

Benny Wenda Mengatakan Pengungsi Masal Di WEST PAPUA Menunjukkan Wajah Asli Presiden RI PRABOWO SUBIANTO.

2599
×

Benny Wenda Mengatakan Pengungsi Masal Di WEST PAPUA Menunjukkan Wajah Asli Presiden RI PRABOWO SUBIANTO.

Sebarkan artikel ini

WEST PAPUA – Globalindo.Net// Benny Wenda, Presiden Pemerintah Sementara United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), mengatakan Gelombang terbesar pengungsian paksa terjadi di Papua Barat, ketika Indonesia meningkatkan operasi militernya menjelang Natal. yang disampaikan melalui Pers rilis yang diterima media melalui chat whatsapp pada tanggal 16 Desember 2024 dalam peryataannya.

Benny Wenda, mengatakan Di beberapa kabupaten, termasuk Yahukimo, Maybrat, dan Intan Jaya, ribuan warga Papua Barat terpaksa mengungsi ke hutan karena kedatangan tentara Indonesia yang tiba-tiba ke desa mereka. Seluruh wilayah Oksop telah dikosongkan dari penduduknya. Seperti yang dikatakan Gereja GIDI dalam pernyataannya, militer bertindak dengan impunitas total, membunuh anak-anak tak berdosa dan membunuh warga sipil hanya karena memiliki rambut gimbal. Perempuan dan anak-anak kelaparan di hutan. Mereka berada dalam bahaya besar pada Natal ini: lebih dari 1.200 warga Papua telah terbunuh karena pengungsian paksa sejak tahun 2018. Menurut perkiraan terbaru para pembela hak asasi manusia, lebih dari 83.000 warga saya saat ini mengungsi, mengungsi di tanah leluhur mereka sendiri.pungkas Wenda

Wenda Menambahkan bahwa Pemerintah asing tidak boleh tertipu dengan kampanye humas Prabowo. Dia mati-matian mencari legitimasi internasional melalui tur internasionalnya, janji-janji lingkungan hidup yang kosong, dan amnesti yang ditawarkan kepada berbagai tahanan, termasuk delapan belas warga Papua Barat dan sisa anggota Bali Nine yang dipenjara. Ujarnya

Wenda mengatakan Jangan salah: ini hanyalah kedok untuk mengalihkan perhatian dari kekerasan yang sudah terjadi di Papua Barat. Membebaskan sejumlah tahanan politik Papua telah menjadi tradisi bagi Presiden baru Indonesia – Joko Widodo melakukan hal yang sama terhadap Filep Karma, salah satu pahlawan nasional kita. Saat Prabowo terpilih, saya bilang hantu Soeharto sudah kembali. Apa yang terjadi saat ini – pengungsian massal, peningkatan militerisasi, peningkatan deforestasi di Merauke, dan dimulainya kembali program transmigrasi – adalah bukti dari penilaian tersebut. Prabowo terlibat dalam genosida. Yang dia tahu hanyalah perang, kekerasan, dan kehancuran. Tegasnya

Wenda menambahkan Pemekaran Papua Barat menjadi lima provinsi baru di bawah pemerintahan mantan Presiden Widodo adalah tanda pertama bahwa pendudukan memasuki fase baru. Kini, Prabowo sedang membentuk komando militer independen di kelima provinsi, menggantikan komando terpadu sebelumnya dengan sistem pendudukan baru yang lebih menyeluruh dan berjangkauan luas. Dengan membentuk divisi administratif baru, Indonesia menciptakan dalih untuk mendirikan pos-pos militer dan pos-pos pemeriksaan baru. Dampaknya adalah pengerahan ribuan tentara lagi, jam malam, penangkapan sewenang-wenang, dan pelanggaran hak asasi manusia. Papua Barat berada di bawah darurat militer. Ujarnya

Ia tambahkan Di Pegunungan Bintang dan di seberang Dataran Tinggi, masyarakat Papua Barat akan merayakan Natal di alam liar. Bagaimana komunitas internasional bisa mempercayai Prabowo? Dia tidak akan pernah menghapus darah dari tangannya atas kejahatannya sebagai Jenderal di Papua Barat dan Timor Timur. Kini, sebagai Presiden, ia menciptakan rezim baru yang brutal di Papua Barat. Tutup Wenda.

Jurnalis : Dano Tabuni

Editor:Purwati