PendidikanBandungBerita

Miris Kecerian Anak Anak Dan Guru SD Bojong Loa 026 di Tengah Ancaman Relokasi

823
×

Miris Kecerian Anak Anak Dan Guru SD Bojong Loa 026 di Tengah Ancaman Relokasi

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, JABAR

Globalindo.Net//SDN Bojong loa 026 yang berada di Jalan Cibaduyut 25/9/2024 akhir akhir ini cukup ramai di perbincangkan karna sekolah tersebut terancam di relokasi.

Di balik keceriaan para siswa yang semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 026 Bojongloa, mereka terancam direlokasi dari sekolahnya. Itu karena tanah sekolah tersebut bersengket.

GLOBALINDO berhasil mendapatkan informasi, tanah yang digunakan sekolah itu merupakan wakaf dari tokoh masyarakat di sekitar sekolah itu.

Pihak Sekolah sempat menyimpan bukti surat wakaf, namun surat tersebut lenyap saat sekolah dilanda banjir besar pada tahun 1992 silam.

Tantan Sutana PLT Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung membenarkan adanya sengketa tanah, Tantan menyebut Pemkot Bandung sudah melakukan upaya hukum, namun kalah di persidangan.

“Menurut tantan sutana kita berupaya, berusaha dari bagian hukum dan BKAD, sudah inkrah dan PK (Peninjauan Kembali),” kata Tantan saat dikonfirmasi GLOBALINDO, Rabu, 26/09/2024).

Menurut Tantan Sutana sejak tahun 2019 putusan itu keluar, Dari sana Pemkot Bandung melakukan upaya hukum lain, namun tetap kalah meskipun sudah mengajukan PK.

Menyikapi putusan itu, Tantan mengatakan pihaknya sudah menyiapkan mitigasi dan akan merelokasi siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 200 Leuwipanjang, Kota Bandung. Namun karena proses relokasi membutuhkan waktu, Diskdik Kota Bandung meminta waktu hingga KBM semester 1 ini selesai.

Akibat hal ini, ada sekitar 1.100 siswa SDN 026 Bojongloa yang terkena dampak. Para siswa mesti belajar di bawah bayang-bayang relokasi yang bisa kapan saja dilakukan.

“Dinas Pendidikan adalah user atau pengguna, kami sudah melakukan mitigasi dan antisipasi terkait hal itu, kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kami lakukan pemetaan terkait siswa 1.100 pindah ke SDN Lewipanjang yang berjarak 1 KM dari sana dan dibagi 3 shift,” jelas Tantan.

Hal tersebut dilakukan Disdik Kota Bandung agar KBM bisa tetap dijalankan tanpa merugikan siswa dan orang tua. “Psikologis orang tua dan siswa tetap dikedepankan,” ujarnya

Terkait relokasi, Tantan menyebut jika pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pihak guru, orang tua, dan siswa. “Sudah, sudah kita lakukan sosialisasi,” ucapnya.

Tantan juga meminta waktu hingga semester satu selesai kepada pihak ahli waris. Sebab untuk persiapan infrastruktur dan pemindahan saran-prasarana membutuhkan waktu.

“Kami memohon kepada pemilik lahan atau eksekutor untuk menunda dulu selama kami melakukan proses, kasihan siswanya, apalagi mau pilkada serentak,” tuturnya.

“Kami juga telah melakukan kajian dengan UPI, kajian jangka pendek dan jangka panjang, mudah-mudahan bisa segera dilakukan,” pungkasnya.

 

Galih