BekasiBeritaJawa Barat

Terkait Proyek Jalan, Kabid Dinas SDABMBK Kab Bekasi: Pengecoran Jalan Pasar Bojong-Cipayung Pasti Akan Dipotong

1364
×

Terkait Proyek Jalan, Kabid Dinas SDABMBK Kab Bekasi: Pengecoran Jalan Pasar Bojong-Cipayung Pasti Akan Dipotong

Sebarkan artikel ini

KAB. BEKASI-JABAR

Globalindo.Net// Kepala Bidang Jalan Dinas SDABMBK (Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi) Kabupaten Bekasi, Dede Haerul saat akan melakukan pengeboran beton dilokasi proyek pengecoran jalan Pasar Bojong-Cipayung mengatakan bahwa pekerjaan akan ada potongan. Senin 26/8/2024.

Dede Haerul mengatakan bahwa hasil pengerjaan kegiatan itu akan dipotong, hal itu beliau sampaikan ketika kegiatan dilakukan pengeboran kedalaman hasil coran beton dilokasi kegiatan.

“Panjang seratus lima puluh pasti dipotong.” Ucap Dede kepada Media Globalindo.

Dari kegiatan yang sudah dikerjakan sepanjang 100m itu dan sisanya yang dialihkan sepanjang 50m, ternyata masih satu paket dengan nama kegiatan Peningkatan Jalan Pasar Bojong-Bantar Jaya Paket II, no SPMK: PG. 02.02/../SPMK/PJL-DSDABMBK/2024, nilai anggaran Rp. 496.656.160.00, APBD TA 2024.

Dugaan bahwa proyek tersebut ‘siluman’ (tidak ada papan nama kegitan) terjawab sudah, Kabid Dede menjelaskan bahwa kegiatan ini masih satu ruas/jalan walau beda lokasi dan beda Desa.

Perihal terkait teknis pekerjaan yang 50m Dede mengatakan, “Intinya perbaikan beton ajah sih, daripada anggaran enggak kita serap sayang, kan disini perlu juga” Perihal pengalihan lokasi mengatakan, “masih satu ruas paketnya kan, kalu kita liat kemaren pada amblas udah dicor agak lumayan lah… ” Sambungnya.

“Enggak ada perkerasan pekerjaan beton ajah, B-nol ada…sama lah kaya disana, disana kan jalan sama…karena memang RABnya sama seperti itu.

“Anggaran bongkaran ada cuma nggak maksimal yang penting mah kebongkar ajah gitu… volume beton terpenuhi panjangnya. ” Tutupnya.

Sementara pengeboran kedalaman beton menghasilkan kedalaman yang berpariatif, dan waktu pengecoran jalan tidak ada pekerjaan B-nol, namun ada yang janggal ketika menentukan titik yang akan dibor bukan oleh pihak dinas melainkan oleh pihak rekanan yang menentukan. Bukan itu juga kejanggalan lainpun yang tidak dipahami yaitu, ruas jalan kegiatan yang 50m dibor 3 (tiga) lobang, sedangkan ruas jalan yang 100m dibor 1 (satu) lobang.

Sementara ketika Globalindo.Net mengkonfirmasi lagi via Whatsapp, perihal berapa hasil pengeboran beton, Kabid Dede hal yang sama pula tidak memberikan jawaban, hingga berita ini diterbitkan.

 

(Os)