BeritaJawa BaratKabupaten BandungSosial dan budaya

Warga Pemeungpeuk Manfaatkan Tepian Sungai Untuk Bercocok Tanam, Ada Resiko Mengancam Sewaktu-Waktu !!

618
×

Warga Pemeungpeuk Manfaatkan Tepian Sungai Untuk Bercocok Tanam, Ada Resiko Mengancam Sewaktu-Waktu !!

Sebarkan artikel ini

KAB.BANDUNG,JABAR

Gloablindo.Net //Seperti kata pepatah ‘tidak ada rotan akar pun jadi, begitupun yang dilakukan warga Pameungpeuk Kabupaten Bandung yang memanfaatkan Sungai Cisangkuy yang mengering menjadi lahan pertanian instan.

Aktivitas tersebut telah dilakukan warga selama dua bulan terakhir, karena lahan pertanian miliknya yang biasa mereka gunakan kini ditinggalkan karena tidak mendapat aliran air, akibat musim kemarau melanda.

Kondisi tersebut tentunya menjadi berkah bagi warga Kecamatan Pameungpeuk dimana mereka bisa bertani di lahan yang luas yang dekat dengan sumber air.

Saat ditemui Globalindo di lokasi, seorang warga bernama Endang 78th sedang menanam aneka tanaman sayuran dan umbi-umbian di tepian aliran Sungai Cisangkuy yang mulai mengering, (21/8/2024).

Tepian sungai yang disulap layaknya menjadi kebun tersebut, Endang tanami sayur mayur seperti cabe  kemangi, tomat dan umbi umbian.

Kondisi tersebut tentunya menjadi berkah tersendiri bagi warga Kecamatan Pameungpeuk dimana mereka bisa bertani di lahan yang luas yang dekat dengan sumber air.

Namun, Endang juga selalu dihampiri rasa was-was sebab bercocok tanam di tepian sungai bukan tanpa resiko. Menurutnya, pergantian musim yang sulit diprediksi tidak jarang membuat tanamannya tak bisa dipanen, apalagi saat pergantian musim sehingga permukaan sungai naik.

“Bertani di sini untung-untungan. Kalau bagus lumayan hasilnya. Tapi kalau turun hujan, permukaan sungai naik dan semua tanaman terendam dan tidak bisa dipanen,” ungkapnya.

Yang memanfaatkan tepian sungai yang mengering untuk bertani disapanjang Sungai Cisangkuy ternyata bukan hanya Endang, tapi dari pantauan Globalindo banyak warga dispanjang sungai melakukan hal yang sama, karena sulitnya medan tim globalindo mengurungkan untuk mendatangi satu persatu para petani instan tersebut.

Sampai saat ini pihak Pemerintah Kecamatan maupun Desa belum melakukan tindakan apa-apa kepada para petani instan tersebut, padahal bercocok tanam di tepian sungai bisa sangat membahayakan dan merugikan diri sendiri bila terjadi hujan, permukaan sungai bisa naik.

Sungai bisa sewaktu-waktu naik permukaan airnya bila terjadi hujan di hulu sungai, juga bercocok tanam di tepian sungai bisa mengakibatkan pendangkalan akibat sampah tanaman yang tidak terantisipasi sehingga bisa memperparah banjir.

 

Galih