Terbaru

PRESIDEN BENNY WENDA: KONSTITUSI ULMWP MENGHORMATI DEKLARASI OPM 01 Juli 1971

2266
×

PRESIDEN BENNY WENDA: KONSTITUSI ULMWP MENGHORMATI DEKLARASI OPM 01 Juli 1971

Sebarkan artikel ini

WEST PAPUA, Globalindo.Net // Benny Wenda, President Pemerintah Sementara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Memperingati 53 tahun deklarasi berdirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) 01 Juli 1971 dengan Meluncurkan Konstitusi atau UUDS ULMWP yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris Diluncurkan Dalam Memperingatinya 01 Juli 2024. Dalam pernyataannya

Presiden Wenda mengatakan Pada hari bersejarah ini, kami mengukuhkan status ULMWP sebagai pemerintahan yang menunggu, dengan kabinet, Eksekutif Regional, dan aparat pemerintahan yang siap mengambil alih negara kami. Pengumuman konstitusi ULMWP pada tahun 2020 merupakan langkah penting dalam mencapai referendum dan kemerdekaan dari Indonesia. Melalui konstitusi kita, kita akan mewujudkan impian kita untuk menciptakan Negara Hijau pertama di dunia, di mana ekosida akan dijadikan sebagai kejahatan dan setiap makhluk hidup akan dilindungi undang-undang. Konstitusi asli berbahasa Indonesia telah didistribusikan secara luas di seluruh Papua Barat. Dengan terjemahan bahasa Inggris ini, kami menunjukkan kepada dunia bahwa kami siap mengatur dan mempimpin diri sendiri. Tegasnya

Dengan konstitusi ini kami menghormati semangat Jacob Prai dan Seth Rumkoren, yang menandatangani deklarasi kemerdekaan di Markas Victoria pada tahun 1971. Baik pengumuman kami maupun pengumuman mereka mewakili penolakan mutlak terhadap kolonialisme Indonesia dan reklamasi kedaulatan yang dicuri dari kami pada tahun 1961 tambahnya.

Sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan konstitusi, ULMWP mengakui semua deklarasi West Papua sebagai sesuatu yang sah. Proklamasi revolusioner tahun 1971; pengibaran Bintang Kejora yang pertama pada tahun 1961; pembentukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada tahun 1963; Proklamasi Republik Melanesia Barat oleh Thom Wanggai pada tahun 1988; Proklamasi Negara Papua Nugini Barat pada tahun 1997; Kongres Rakyat Papua Kedua pada tahun 2000; Deklarasi Otoritas Nasional Papua Barat pada tahun 2004; Deklarasi Pembentukan Koalisi Nasional Pembebasan Papua Barat (WPNCL) pada tahun 2005; Deklarasi Yeondowa pada tahun 2006; Kongres Rakyat Papua Ketiga pada tahun 2011; Deklarasi Parlemen Nasional Papua Barat pada tahun 2012; dan Deklarasi Saralana pada tahun 2014: masing-masing merupakan tonggak bersejarah dalam perjuangan kita. Tegasnya

Wenda menambahkan Kepada kelompok solidaritas dan pendukung kami di seluruh dunia, saya meminta Anda menghormati konstitusi kami, yang diumumkan dalam upacara demokrasi di Papua Barat dan ditegaskan kembali melalui Kongres ULMWP pertama pada tahun 2023 tambahnya.

Kepada rakyat Papua Barat, saya katakan, percayalah: Anda siap menjalankan urusan Anda sendiri. Apakah Anda tinggal di pengasingan, di kota, di dataran tinggi, di kamp pengungsi, atau di hutan sebagai gerilyawan, konstitusi ini milik Anda. Sekalipun Anda bekerja di lembaga-lembaga Indonesia, struktur pemerintahan, kabinet, dan Visi Negara Hijau kami semuanya milik Anda. Seluruh rakyat West Papua harus tetap bersatu di bawah pemerintahan sementara ULMWP. Siapapun yang bertindak di luar konstitusi berarti menunda kebebasan kita. Ujarnya

Terima kasih kepada seluruh rakyat Papua Barat yang telah menjaga api kebebasan tetap hidup di hati mereka. Wa wa wa wa wa. Tutupnya

Jurnalis Dano Tanuni