Hajji

182 Jamaah Dipastikan Ikuti Safari Wukuf

324
×

182 Jamaah Dipastikan Ikuti Safari Wukuf

Sebarkan artikel ini

Globalindo Net//.Jelang puncak haji, sebagian jamaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di Klinik Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makkah. Kasie Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal mengatakan, untuk jamaah yang sakit nantinya akan disafari wukufkan.

Safari wukuf ini merupakan fasilitas khusus yang disediakan bagi jamaah haji yang sakit agar tetap bisa melaksanakan wukuf di Arafah dengan baik. “Untuk jamaah yang sakit di KKHI kami akan mensafari wukufkan,” ujar Jamal saat diwawancara di KKHI, Makkah, Rabu (12/6/2024).

Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 300 kuota safari wukuf pada operasional haji tahun ini. Berdasarkan data KKHI pada Rabu (12/6/2023), ada 182 jamaah yang masuk daftar safari wukuf. Mereka akan dipindahkan ke Arafah sejenak lalu akan kembali ke KKHI. “Kalau safari wukuf InsyaAllah dari teman-teman Kemenag itu ada sekitar 300. Dari KKHI insyaAllah sekitar 182 jamaah haji sakit,” tegas Jamal.

Adapun jamaah haji yang tidak bisa mengikuti safari wukuf, akan dibadalkan hajinya. “Sedangkan bagi mereka yang memang tidak bisa safari wukuf, kita akan koordinasi dengan teman-teman Kemenag untuk dibadalkan,” imbuhnya.

Selama pelaksanaan ibadah di puncak haji, KKHI juga telah menyiapkan kursi roda. Setidaknya ada 100 lebih kursi roda yang disiapkan KKHI untuk melayani jamaah lansia.

Ketika beribadah di Armuzna, dia pun mengimbau kepada seluruh jamaah haji Indonesia agar tidak berlebihan dalam menjalan aktivitasnya, sehingga jamaah tidak kelelahan. Selain itu, menurut dia, jamaah juga harus tetap mengenakan alat pelindung diri (APD) yang standar, seperti memakai masker, topi, dan semprotan air atau sun spray.

“Jangan memaksakan diri pada saat di Armuzna. Misalnya, pada saat siang hari harusnya di tenda, ya jangan ke luar tenda, karena panasnya insyaAllah kalau informasi kemarin, hampir 48-50° celsius,” kata Jamal.

Hingga Rabu, 12 Juni 2024, masih ada tiga jamaah haji Indonesia yang dirawat di tiga rumah sakit yang berbeda di Kota Madinah. Ketiga jamaah tersebut dirawat karena penyakit jantung.

Menjelang puncak haji, setiap hari ada 50 sampai 60 jamaah haji mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Kota Mekkah. Hingga Rabu (12/6/2024) siang Waktu Arab Saudi (WAS), semua tempat tidur yang disediakan terisi oleh pasien.

Mayoritas jamaah yang datang ke KKHI berusia di atas 60 tahun dan mengeluhkan penyakit seperti batuk, demam, sesak napas hingga jantung. Ada juga jamaah yang datang ke KKHI karena cedera seperti patah tulang.

( MA/Vin).