Kab.Bandung, Globalindo.Net // Jelang Pilkada di Kabupaten Bandung menunjukan fenomena menarik, terjadi anomali politik ditingkat elit, partai politik di luar PKB memilih bersikap realistik ‘enggan’ berhadapan dengan calon Bupati petahana dari PKB, Dadang Supriatna alias Kang DS.
Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Nurtanio Bandung, Djamu Kertabudi, Jum’at (17/5/2024).
“Saya melihat ada anomali politik yang mewarnai dinamika ditataran partai politik Kabupaten Bandung saat ini. Parpol diluar PKB cenderung mengincar calon wakil bupati untuk mendampingi Dadang Supriatna,” ujar Djamu.
Fenomena anomali ini sangat menarik, sebab jika seluruh partai hanya mengincar posisi calon wakil bupati untuk mendampingi Kang DS, ia khawatir nantinya Pilkada Kabupaten Bandung berpotensi hanya diikuti satu pasangan calon alias calon tunggal.
“Mungkin berdasarkan kalkulasi politik mereka (parpol diluar PKB), bahwa secara objektif rasional terdapat kesulitan dalam menentukan format koalisi partai serta pasangan calon yang diusungnya yang harus berhadapan dengan Kang DS dan pasangannya nanti dalam kompetisi yang berimbang,” tuturnya.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Djamu ini, tampaknya partai lain berpikir ‘seribu kali’ untuk memilih bertarung melawan Kang DS. Terlebih, Bupati Bandung Dadang Supriatna dinilai tengah berada pada momen politik yang sangat menguntungkannya.
Terdapat beberapa alasan mengapa Kang DS saat ini tengah berada diatas angin. Pertama, kata Djamu, masyarakat telah mengetahui bahwa masa jabatan Kang DS terpangkas akibat diberlakukannya sistem Pilkada serentak.
Selain itu, Kang DS dinilai sukses menunjukkan berbagai keberhasilan meski baru menjabat sebagai Bupati Bandung selama tiga tahun. Bahkan, program-program yang digulirkan dinilai sangat populis dan menyentuh masyarakat bawah.
Fenomena Politik Alamaiah

Sementara itu pendapat yang sama dilontarkan aktivis pemuda Soeryawan Masangang dari Rumah Besar Pergerakan yang disampaikan ‘by phone’ ke redaksi Globalindo Jabar, Sabtu (18/05/24).
Menurutnya fenomena animo atas pencalonan kembali Dadang Supriatna, menunjukan sebuah proses politik alamiah, masyarakat merasa puas atas kinerja dan kepemimpinan Dadang Supriatna meskipun baru berjalan 3,5 tahun.
“Dadang sukses merebut hati masyarakat, dengan kesederhanaan serta pengalaman selama menjadi aktivis di Kabupaten Bandung, mampu membangun harapan masyarakat, mendengar aspirasi serta mengimplentasikan dalam bentuk program yang sangat dibutuhkan”, pungkas Soeryawan.
(rf)












