Sumenep, Globalindo.net – Pada Tahun 2022 yang lalu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberlakukan Universal Health Coverage (UHC).
Program Universal Health Coverage (UHC) yang telah diberlakukan terhitung 07 November 2022 yang lalu tersebut, rupanya menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga mencapai puluhan miliar rupiah.

Kepala Bidang (Bidang) Yankes Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, Syaiful Anwar, mengatakan, untuk UHC tahun kemarin (2023,red) pihaknya menganggarkan 71 Miliar.
” Diakhir-akhir tahun anggaran sekitar bulan Oktober kayaknya kurang. Jadi di PAK ditambah lagi oleh Pemerintah daerah 10 Miliar. Jadi 81 Miliar untuk tahun 2023,” terang Syaiful Anwar, Kepala Bidang (Kabid) Yankes, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep. Kamis yang lalu (11/1/2024).
” Itu APBD dananya, tiap bulan itu kita 6 Miliar untuk bayar iuran ke BPJS,” imbuhnya.
Syaiful Anwar, mengklaim bahwa di Kabupaten Sumenep 98 persen yang sudah dicover oleh UHC. Jadi menurutnya, sudah memenuhi syarat dari masyarakat yang tidak dicover oleh penjamin BPJS itu langsung dicover oleh UHC.
” Sekitar sudah 98,6 persen masyarakat sudah dicover oleh UHC,” klaimnya.
” Iurannya kita yang nanggung (Pemerintah daerah). Jadi ketika masyarakat Sumenep sakit belum punya BPJS belum punya penjaminan lainnya langsung ke Puskesmas atau Rumah Sakit itu langsung UHC dengan menunjukkan KTP, langsung di daftar oleh Puskesmas dan dibiayai oleh UHC,” pungkasnya. (Soe Jarwo / Red)












