SUMENEP, Global Indo.Net – Sungguh sangat disayangkan Badrus Saleh yang mengaku pelaksana di Sekolah Madrasyah Ibtidaiyah Negeri ( MIN ) 2 Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuduh media ini menyebar fitnah terkait pemberitaan dugaan adanya pungli yang dikemas Shodaqoh.
Hal itu disampaikan Badrus Saleh via whatsapp pada awak media ini. Badrus Soleh seakan tidak terima dengan pemberitaan dugaan pungli di sekolah MIN 2 Sumenep.
Bahkan tidak tanggung tanggung dengan ucapan, badrus menuduh media ini memberitakan hal yang tidak benar. Ia menyatakan dengan tegas bahwa media ini adalah suruhan dan dibayar oleh orang yang berusaha menjelekkan nama sekolah MIN 2 Sumenep.
” Saya yakin anda tidak akan jawab pertanyaan saya, karena anda memang suruhan seseorang. anda ngutip berita yang salah tidak sesuai kenyataannya disana, makanya seharusnya anda kroscek dulu berita tersebut. jangan hanya berprasangka / beropini atau jangan jangan hanya copy paste demi pundi pundi uang ngalir karena berita yang anda sebar,”ungkapnya yang terkesan mengintervensi awak media
Tentunya, tuduhan Badrus tersebut tidak mendasar dengan seenak udelnya menuduh awak media ini memberitakan fitnah hanya demi uang.
Lucunya, Badrus mengintervensi media ini agar memuat keterangan dari dirinya sebagai narasumber yang terpercaya. dalam hal ini tentunya sikap badrus tersebut tidak terpuji, karena kesannya menggiring awak media agar tidak percaya pada narasumber dari wali murid yang merasa keberatan dengan sumbangan tersebut.
Tentunya, pernyataan dirinya itu terlihat sangat aneh, karena ia sempat menawarkan agar wartawan media ini untuk bertemu dengan dirinya.
” Sudahlah maz monggo ketemu saya aja, siapa tau nant ini jadi salah satu amal jariyah anda, saya akan ceritakan yang sebenarnya semuanya untuk sampean,” Ungkapnya
” Saya tawarkan kepada anda, mungkin nanti saya jadi narasumber anda. Saya pastikan kepada anda bahwa nanti apa yang saya ceritakan ini benar atau terpercaya dan punya dasar hukum yang kuat,” sambungnya
Namun, jika dilihat pernyataannya tersebut Badrus terkesan diktator terkesan tanpa memikirkan keluh kesah wali murid yang tidak setuju terkait sumbangan yang dikemas dengan Shodaqoh tersebut.
Padahal, Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa setiap sekolah di pendidikan jawa timur tidak boleh meminta sumbangan sukarela dalam bentuk apapun yang sekiranya membebankan terhadap para wali murid.
Jadi, bukan tanpa alasan Gubernur Jawa Timur, melarang pihak sekolah meminta sumbangan terhadap siswa, karena ia berharap ingin meringankan beban masyarakat sekaligus meminimalisir jumlah anak putus sekolah di Jawa Timur.
Selain itu, Kepala Dinas pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi juga menyatakan bahwa pihak sekolah dilarang melakukan pungutan yang bersifat wajib terhadap siswanya.
Tetapi, Sekolah MIN – 2 Sumenep terkesan mengabaikan peraturan orang nomor 1 ( satu ) di Jawa Timur tersebut, karena telah melakukan pungutan yang tentunya membebani para wali murid di sekolah tersebut.
Maka, kami berharap Gubernur jawa timur, Khofifah Indar Parawansa menindak tegas para oknum yang meminta sumbangan terhadap siswanya di sekolah karena dinilai akan membebani bagi wali murid yang tidak mampu.
Penulis : Holib
Editor : Redaksi












